Dilarang mengopy apapun dari blog ini tanpa seijin pemilik. Powered by Blogger.
RSS

Menyempurnakan Ikhtiar

Demi Allah, Allah telah menjadikan manusia sebagai hamba
yang lemah, penuh dengan kekurangan dan kekhilafan. Maka
Maha Adil Allah yang tidak menuntut hasil dari karya
manusia, tapi Allah menghendaki usaha kita, sejauh mana
ikhtiar yang kita lakukan, sebesar apa ruh perjuangan yang
kita bangkitkan.

Jika hasil yang jadi patokan sebuah kesuksesan, maka
betapa malangnya orang-orang yang lahir sebagai anak-anak
cacat lagi tak berpendidikan, betapa kasihannya
orang-orang tak berpunya, orang-orang yang penuh dengan
kekurangan, kondisi yang tidak memungkinkannya untuk
meraih kesempurnaan.

Tetapi Maha Suci Allah …… Allah telah
menetapkan ikhtiar sebagai parameter keberhasilan. Setiap
orang bisa meraih kemuliaannya. Tidak peduli apakah dia
orang desa maupun orang kota, orang berbadan besar maupun
yang berbadan kecil, kaya atau miskin, ……

Yang perlu dipertanyakan bukanlah seberapa hasil yang
telah kita peroleh, tetapi seberapa besar energi
perjuangan yang kita usahakan, seberapa besar usaha kita
untuk memupuk ruh perjuangan ini.

Yang perlu dipertanyakan bukanlah kenapa kita tidak
menjadi orang serba bisa, tetapi seberapa besar ikhtiar
perjuangan kita untuk menjadi serba bisa.

Jangan pernah putus asa. Jangan pernah berkecil hati.
Kadar setiap orang berbeda-beda. Ada orang yang cepat
menuai hasil, ada yang sangat lambat menuai hasil, bahkan
ada pula yang gagal menuai hasil. Demi Allah, Allah telah
menetapkan segala sesuatu dengan keadilan-Nya. Bukan
berarti kita berleha-leha karena segala sesuatu telah
ditetapkan Allah, itu namanya kita telah melampaui batas.
Jangan hanya menunggu ketetapan-Nya, tetapi kejarlah
dengan ruh perjuangan, jangan pernah menunggu, tetapi
majulah dengan segenap potensi kita untuk meraih
kesempurnaan ikhtiar (dan semoga Allah mengiringinya juga
dengan kesempurnaan hasil).
Sekali lagi, Allah hanya melihat ikhtiar kita
Hasil yang ada, baik berupa kesuksesan (hasil yang
gemilang) maupun kegagalan (hasil yang mengecewakan)
sebenarnya memiliki kedudukan yang saya, tidak ada
bedanya, sama-sama merupakan ujian. Keberhasilan dan
kegagalan kita dalam menuai hasil adalah ujian selanjutnya
dari proses dakwah ini. Masih sanggupkah ia menjaga
hatinya, masih luruskan niatannya, masih suburkah
cita-citanya, masih mendidihkan darah perjuangannya;
masih punya semangatkah ketika ia gagal ? atau
masih bisakah ia menjaga kebeningan hatinya ketika sukses
? ternyata tidak banyak dai yang akhirnya berhenti di
tengah jalan ketika ujian kegagalan menghampiri, ketika
realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapannya, ia
pun kecewa, ngambek, mutung juga ternyata tidak
sedikit dai yang akhirnya terlena ketika telah berada
dalam fase kesuksesan, terpeleset kedalam jurang
kebanggaan diri, merasa diri telah menjadi dai sukses, dai
unggul, dai teladan, lebih hebat dari orang lain, merasa
harus diikuti semua petuahnya, menjaga
kejernihan hati dan kelurusan ikhtiar ternyata memang luar
biasa sulitnya masya allah; astaghfirullah;

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: