Dilarang mengopy apapun dari blog ini tanpa seijin pemilik. Powered by Blogger.
RSS

Munti2

Hari Senin tgl 6 pulang sholat Maghrib papanya panggil tukang bakso malang camp*r sari, abang dan adek pun ikut2an pesen, masing2 1 mangkok, itu jam 6.30. Aku yg lagi ngaji dipanggil2 sama anak2 n suami tuk makan bersama, aku akhiri mengaji trus gabung makan bersama keluargaku. Adek lahap banget makannya, aku minta sedikit aja dia ngambek... Adzan Isya berkumandang, tak lama kami semua berangkat ke masjid tuk sholat Isya dan Tarawih, Adek asyik berlari-lari bersama Gani teman sebayanya. Usai sholat Tarawih, Adek mengeluh sakit dibagian punggungnya, aku pikir digigit binatang, tapi setelah dilihat koq gak ada merah2 dikulitnya. Begitu sampai rumah dia masih mengeluh sakit... gak lama kemudian dia muntah2, susu, nasi, isi makanan diperutnya keluar semua, gak brenti2, sampe cairan dilambungnya *warna kuning* keluar juga... gak tega liatnya. Saya siap2in pakaian, kaos kaki dll, suami ngeluarin mobil, kita buru2 berangkat ke RS terdekat, saya takut kejadian kaya dulu lagi, abangnya pernah muntah2, sampe dehidrasi, n kejang. ====

Tiba di UGD Eka Hospital, adek gak mau turun dari mobil, dia gak mau dipreksa, agak2 takut krn dulu pernah opname juga, masih trauma tampaknya =) ==== Masih muntah2 malah keluar darah juga... kata dokter darah itu dari tenggorokannya yang luka. Akhirnya Adek diinfus, pada saat ditusuk dia gak nangis krn saking lemesnya... kasian =( ==== Alhamdulillah begitu diinfus, dikasi obat anti mual n muntah, dia lgsg ceria lagi, bcanda lagi... senangnya liat Adek ceria lagi, jahil lagi. Tapi karena prosedur RS akhirnya kita nginep disitu 2 malem... ====
Diagnosa dokter katanya keracunan makanan (bakso itu tadi..) krn Adek lg pilek (kurang fit) jadi gampang kena virus/ bakteri deh === Jangan sakit lagi ya Dek... we love you Terima kasih ya Allah, saya yakin dibalik ini pasti ada hikmahnya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ramadhan 2012

Gak terasa sdh ramadhan lagi, alhamdulillah masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu ramadhan tahun ini, semoga lebih baik dari tahun2 sebelumnya, ibadahnya makin meningkat... aamiin. Banyak keputusan yang diambil ramadhan kali ini, semua bertujuan baik semoga berkah dan diberi kemudahan-kemudahan lainnya, kami hanya bisa bersyukur pada-Mu yaa Rabb, atas segala karunia, rizki dan umur yang Engkau anugerahkan. Salah satu keputusan yang menurutku lumayan besar yaitu, saya memutuskan untuk jadi FTM *again... hehe, kenapa pake *again, karena keputusan ini sebelumnya pernah terjadi waktu aku resign dari perusahaan lama dgn niatan utk jd FTM, setelah 5bln jd FTM eh ada tawaran utk kerja di Prasetiya Mulya - BSD, setelah konsultasi sama org2 terdekat dan mereka mendukung (krn deket dari rumah) so aku kerja lagi deh start tgl 5 september 2011, berat bgt ninggalin anak-anak tp agak tenang krn the kids handled by my mom. Now, I'm preparing my resignation letter, gak terasa almost a year here, suka dukanya banyak, temen2 disini alhamdulillah baik2, mereka menyenangkan, sedih rasanya, tapi demi anak-anak dan permintaan dari suami tercintah, so dibulatkan lah niatan ini, semoga ini jalan yang terbaik bukan cuma buat aku tapi buat semua... aamiin

Selamat Berpuasa yaaa... mohon maaf lahir bathin *maap telat =D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Parenting (Narasumber : Elly Risman)

Hari Kamis tanggal 3 April 2012, pihak Sekolah Abang mengadakan seminar Parenting narasumbernya Elly Risman, TOP bgt. Apa yang beliau sampaikan sangat mengena, ada salah satu kalimat yg nempel bgt "jika anak2 masih balita sebaiknya salah satu ortunya tinggal dirumah, jangan dua2nya kerja" , sebenernya emang udah sejak lama pengen resign tentunya smua karena anak2, kasian diurus asisten terus... sempet diurus sama mamihku tp juga kasian sm mamih, ngurus anak kecil tuh gak gampang, cape, nguras tenaga dan pikiran... hehehehe On the other side, Aku msh pgn kerja krn slain pengen punya penghasilan sendiri juga krn aku udah merasa nyaman ditempat kerja sekarang ini. But life is a choice, slalu dihadapkan diantara 2 pilihan, and I have to choose one of them. Semalem, saat ngelonin abang, sebelum tidur abang nanya "Mah kenapa siy kerja terus, gak pernah libur?", "emang cita-cita mamah apa sih?" , mamah gak usah kerja donk kaya mamahnya Ilyas *tetangga*, Papahnya aja yang kerja... huaaaaaaa!!!! *speechless* but I try to give the logic answer, "cita2 mamah jd pengusaha bang, dan mama perlu modal, untuk ngumpulin modal mamah harus kerja biar dapet uang" gak lama dia tertidur deh... T_T Kids, you're always be my first priority, kalian titipan Allah SWT, semoga mama bisa menjaga, merawat, mendidik kalian dengan baik, penuh kasih sayang, menanamkan kebaikan sehingga kalian kelak menjadi anak2 cerdas yang bertaqwa pada Allah SWT... aamiin

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

It's Her Day


You grow better with the years...life is a journey, so enjoy every mile. Happy birthday my dear girl, wished the finest things in your life...

We Love You
Abang+Mama+Papa

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

I'm a big fans of Sandiaga Uno

Jum'at lalu tgl 20 Januari 2012, aku beserta mahasiswa diundang utk menghadiri acara Workshop dan Penganugerahaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dan Mandiri Young Technopreuneur (MYT) 2011, acaranya di Plennary Hall, JCC. Dihadiri oleh 4000 mahasiswa dari 51 Perguruan Tinggi Se-jabodetabek. Kebayang donk ramenya kayak apaaaa...

Acara tsb dibuka oleh Bpk Hatta Rajasa, Dahlan Iskan dan Syarif Sjahrir, MC nya : si ganteng Choky Sitohang dan Tamara Geraldine, Zivana (Putri Indonesia), pembicaranya buanyak, ada Sandiaga Salehuddin Uno (aku nge fans bgt sm dia, ganteng, muda, sukses, sholeh... ), Bill Reichert (Managing Director of www.garage.com), group Film Arisan Nia Dinata, Cut Mini, Surya Saputra dan terakhir performance dari Changcutters.

Rumus Sukses-nya Sandiaga Uno, yuk praktekin :
1. Kerja Keras, commitment, 100% dng suatu pekerjaan
2. Kerja Cerdas, gunakan akal, pikiran dan riset untuk memberikan solusi kpd klien
3. Kerja Tuntas, Finish what you started.
4. Kerja Ikhlas, ikhtiar hrs kita kontrol, percaya bahwa rezeki itu tidak pernah tertukar, rezeki sudah digariskan untuk kita, tapi bagaimana ikhtiar kita untuk menjemput rezeki tersebut.

Alhamdulillah aku bisa ikut acara itu, banyak pelajaran yg bisa diambil, terutama dibidang entrepreneur... itu siy gw bangeeeuuuttt! hihiyyy!!!

Really Grateful for the experience... Alhamdulillah!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Anakmu Bukan Milikmu

Anakmu bukan milikmu.
Mereka putra putri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri,

Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,

Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.


Berikan mereka kasih sayangmu,
tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,

Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.


Patut kau berikan rumah untuk raganya,

Tapi tidak untuk jiwanya,

Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,

yang tiada dapat kau kunjungi sekalipun dalam mimpi.


Kau boleh berusaha menyerupai mereka,

Namun jangan membuat mereka menyerupaimu


Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,

Pun tidak tenggelam di masa lampau.


Kaulah busur,
dan anak-anakmulah
 Anak panah yang meluncur.


Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.


Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya,

Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.


Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,

Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat

Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.


by Khalil Gibran

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan

I've got email from one of Faculty Member di kampus tempat aku bekerja =) Really..really inspired! Alhamdulillah

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya.

Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar, namun anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati. Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji "Superman cilik" di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja.

Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak nomor 23 di keluarga kami tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya bersinar-sinar.

Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati pilu kepada anak kami: Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa? Anak kami menjawab: Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian luar biasa. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri.

Pada pertengahan musim gugur, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di restoran.
Topik pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½ tahun juga menyatakan kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi, semua orang bertepuk tangan mendengarnya.
Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sibuk sekali sedang membantu anak-anak kecil lainnya makan.

Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh:
Kelak ketika aku dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari dan bermain-main. Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang-bintang.
Semua sanak keluarga tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK? Apakah kami tetap akan membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?
Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak.
Demi meningkatkan nilai sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.

Anak kami juga sangat penurut, dia tidak membaca komik lagi, tidak ikut kelas origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu juga tidak dilakukan lagi. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan tanpa henti. Namun biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan lagi dan terserang flu berat.

Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang, dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat kurus banyak. Akan tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja nomor 23.

Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku semakin pucat saja. Apalagi, setiap kali akan ujian, dia mulai tidak bisa makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku secara diam-diam melepaskan aksi menarik bibit ke atas demi membantunya tumbuh ini.

Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan majalah "Humor anak-anak" dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi tenteram kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak mengerti akan nilai sekolahnya.

Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek. Anak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan gembira. Dia sering kali lari ke belakang untuk menjaga bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat agak miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap jus sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa Inggeris. Kedua anak ini secara bersamaan menjepit sebuah kue beras ketan di atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan cara sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.

Ketika pulang, jalanan macat dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku terus membuat guyonan dan membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio masing-masing. Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada wajah suamiku timbul senyum bangga.

Sehabis ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang paling kamu kagumi dan alasannya. Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku.

Alasannya sangat banyak: antusias membantu orang, sangat memegang janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis adalah optimis dan humoris. Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja. Dia memberi pujian: Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu.
Saya berguyon pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Dia pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi pahlawan, aku ingin jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Aku terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.

Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda dipilinnya bolak balik di jarum bambu, sepertinya waktu yang berjalan di tangannya mengeluarkan kuncup bunga. Dalam hatiku terasa hangat seketika. Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin menjadi pahlawan ini.
Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana ini. Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang baik hati dan jujur.
Jika anakku besar nanti, dia pasti akan menjadi seorang isteri yang berbudi luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja yang suka membantu, tetangga yang ramah dan baik.

Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas? Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi? Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pak, Bu, Tolong Jangan Katakan Hal Ini pada Anak Anda

Memiliki dan membesarkan sang buah hati punya seni tersendiri. Apalagi, kata para pemerhati anak, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua. Tak jarang, kita terlalu yakin mampu membesarkan buah hati dengan cara sendiri. Ternyata, tidak semudah itu. Berawal dari komunikasi sehari-hari, perkembangan anak pun bisa saja terganggu. Nah, bapak dan ibu, ada kata-kata yang sebaiknya tidak Anda lontarkan untuk buah hati tercinta. Apa itu?

''Pergi sana! Bapak Mau Sendiri!''

Ketika Anda kerap melontarkan kata-kata ini pada anak, Suzette Haden Elgin, pendiri Ozark Center, mengatakan anak-anak akan berpikir tidak ada gunanya berbicara dengan orang tuanya karena mereka selalu diusir. ''Jika Anda terbiasa mengatakan hal-hal itu pada anak-anak sejak mereka kecil, biasanya mereka akan mengatakan hal serupa ketika dewasa.''

''Kamu Itu...''

Pelabelan pada anak adalah cara pintas untuk mengubah anak-anak. Jika seorang ibu mengatakan, ''Anak saya memang pemalu'', maka anak akan menelan begitu saja label itu tanpa bertanya apa pun. Apalagi, bila kita memberikan label buruk pada anak-anak, itulah yang akan melekat dalam benak mereka. Seumur hidup.

''Jangan Nangis''

Atau, kata-kata serupa seperti, ''Jangan cengeng'' atau ''Nangis melulu''. Padahal, untuk anak-anak yang belum dapat mengekspresikan emosi lewat kata-kata, mereka hanya dapat menyalurkannya dengan cara menangis. Adalah wajar, bila anak-anak merasa sedih atau ketakutan. ''Sebenarnya, wajar saja bila ortu ingin melindungi anak mereka dari perasaan-perasaan itu. Tapi, dengan mengatakan ''jangan'' tidak berarti anak-anak akan lebih baik. ''Ini juga akan memberikan kesan bahwa emosi mereka tidak benar, bahwa tidak baik untuk merasa takut atau sedih,'' ujar Debbie Glasser, direktur Family Support Services.
Lebih baik, katakan pada anak bahwa Anda memahami perasaan sedih yang dia alami. ''Ibu paham kamu takut dengan ombak. Ibu janji tidak akan melepaskan tanganmu lagi, Nak...''

''Kenapa kamu tidak bisa seperti saudaramu?''

''Lihat tuh, Doni rapi banget mengancing bajunya. Kok kamu tidak bisa?''
Para pakar menilai wajar orang tua membandingkan anak-anaknya. Ini akan menjadi referensi terhadap perkembangan anak-anak. Namun, tolong, jangan katakan ini di depan anak-anak. Ini karena tiap anak adalah individu yang berbeda. Mereka punya kepribadian tersendiri. Membandingkan anak dengan orang lain berarti Anda menginginkan anak Anda menjadi orang yang berbeda.

Copas from : REPUBLIKA.CO.ID

I'm proud to be a mom cause I learn many things from you kids

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Do'a Ibu

Do'a Seorang Ibu untuk Anak-anaknya

Quraisy Shihab mempunyai 8 orang saudara kandung yang seluruhnya berhasil dalam bidangnya masing-masing. Suatu ketika ada yang bertanya kepada Ibu beliau, "apa rahasia dibalik keberhasilannya?"

Jawabannya adalah sebuah do'a yang tak pernah luput dipanjatkan oleh ibunya, yang berbunyi :

1. Allahummaj'al auladana (auladii-tunggal) qulluhum solihan wa ta'tan = "Ya Allah, jadikanlah anak-anakku orang yang sholeh dan taat beribadah
2. Wa ummuhum thowilan = "Panjangkanlah umurnya
3. War zukhum wasian = "Luaskan/ lapangkan rezekinya
4. Wa ukuluhum zakian = "Cerdaskan akalnya
5. Wa qulluhum nuran = "dan terangilah kalbunya
6. Wa ulumuhum nafi'an = "karuniakan/ berikanlah ilmu yang banyak dan bermanfaat
7. Wa'asaduhun sihatan wa'afiatan = "sehatkanlah jasmani nya
8. Birahmatika Yaa Arhamar Roonimin = "dengan Rahmat-Mu yang Pengasih lagi penyayang"

Aamiin ya Rabbal Alaamiin...

InsyaAllah I'm gonna do that to you too kiddos...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Smartphone

Maafin mama yaa, sometimes saat mama dirumah, bebe kadang gak lepas dari tangan mama... tapi kalo lagi sadar buru2 mama taro bebe nya *feel guilty*
Biasanya kalau lagi nerima bbm mengenai kerjaan or dari customer, terpaksa harus mama reply segera, maaf ya nak... huhuhuuuu
Beneran mama sangat2 feel guilty, I promise to myself that I won't do that again... perlahan-lahan tapi yaaaa =))

The smallest things can have the BIGGEST impact :

The healing power of a hug => always
Show your child appreciation => always
Talk to your children about their heroes => sometimes
Be sincerely interested in your child's world => try hard

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

|Melow|

Kalo melow gini artinyaaaaa adalaaah... bentar lg mau 'dapet' heheeee. Udah dari jaman baheula sampe sekarang gak berubah, kalo PMS (Pra-Menstruation Syndrome) maunya marah-marah, sedih gak jelas, poko'e segala macam nafsu campur aduk deh =( =)
Daripada makin melow, mendingan cerita ttg 2F aja aaah... biar happy :|

Abang
Yg pasti makin pinter ngomongnya, makin kritis, skrg dia gak mau sering2 ikut kalo ortunya pergi, dia lbh milih di rmh aja sama mbak or main sm Ilyas, tetangga. Tapi teuteup manja, kalo pagi minta dimandiin mamah... kalo malem mau tidur, minta dikelonin mamah juga... senangnya akyuuu, masih dibutuhkan, walo kadang repot harus berbagi sm adiknya, mamahnya direbutin... most wanted deh pokonya..wkwkwkwk

Adek
Anak cewe bgt niy kalo lg centil, skrg lg hobi nyanyi di atas panggung (meja) trus pegang mic, trus direkam deh pake camera, belom 3 thn tapi koleksi hafalan lagunya udah banyak; "paman datang", "boneka" (lagu sunda, gini nih lirikna : "abdi teh ayeuna gaduh hiji boneka) diajarin mamih *neneknya*, "kartini", "kasih ibu", "hymne guru", dll, oh iya dia juga suka lagu yg lg ngetop skrg, "dimana...dimana..dimana.."
Ayu TingTong.. ^_^

Walopun girly tapi kalo lagi marah...mamahnya suka ditendang, pukul...cowo bgt. Kalo dah gitu mama suka pura2 nangis kesakitan, trus she feel guilty, abis itu dia cium2 aku gitu dgn muka juteknya...xixixi

Thanks God for the gifts (kids)






do not copy without my permition yaaa ^_*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS